Blog Online Pajak
  • SEO
  • Coretax
  • Download Aplikasi
  • Artikel
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • SEO
  • Coretax
  • Download Aplikasi
  • Artikel
No Result
View All Result
Blog Online Pajak
No Result
View All Result
Home PP23

Perbedaan Pemotongan dan Pemungutan Pajak

by Wahyuddin Rosi
10/03/2024
in PP23, pph21
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pemungutan dan Pemotongan adalah mekanisme pengumpulan penerimaan pajak yang berlaku di Indonesia.

DJP memberikan kepercayaan kepada pihak ketiga (Bendahara Pemerintah, BUMN, Swasta, atau Pihak Lain) untuk melakukan pemotongan terdahap jumlah pajak yang terutang.

Pemungutan dan Pemotongan itu mengurangi jumlah nilai yang harus diterima oleh penerima penghasilan.

Pajak tersebut telah dibantu oleh pihak2 ketiga ini untuk di setorkan ke kas negara.

Bagi mereka penerima penghasilan yang dipungut oleh pihak lain akan mendapatkan bukti setor pelunasan.

Bagi mereka yang dipotong akan mendapatkan dokumen yang disebut sebagai bukti potong.

kedua dokumen ini dilampirkan pada saat pelaporan spt ybs. Dokumen ini dilaporkan sebagai kredit pajak.

Mari kita berkenalan dengan Pemungut dan Pemotong Pajak Yang ada di Indonesia

Pemotong PPh Pasal 21

Pemotongan PPh Pasal 21 dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan kepada WP orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan.

Misalnya pembayaran gaji yang diterima oleh pegawai dipotong oleh perusahaan pemberi kerja.

WP berbentuk badan ditunjuk oleh Undang Undang sebagai pemotong PPh Pasal 21 atas penghasilan yang dibayarkan kepada karyawannya maupun yang bukan karyawannya.

WP orang pribadi dapat juga ditunjuk sebagai pemotong PPh Pasal 21 sepanjang memenuhi kriteria pemotong pajak PPh Pasal 21.

Penjelasan tentang pemotong PPh Pasal 21 dapat dilihat pada PMK-168/2023

Pemungutan atau Pemotongan PPh Pasal 22

Pemungutan dan atau pemotongan PPh pasal 22 dilakukan oleh pihak tertentu yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

Pemungutan dan atau Pemotongan tersebut sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang. Contoh nya seperti penyerahan barang oleh rekanan kepada bendaharawan pemerintah, impor barang dan kegiatan usaha di bidang-bidang tertentu serta penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Pemungutan PPh Pasal 22 meliputi pemungutan atas:

  1. pembelian barang oleh instansi Pemerintah;
  2. kegiatan impor barang;
  3. produksi barang-barang tertentu misalnya produksi baja, kertas, rokok, dan otomotif;
  4. pembelian bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor oleh badan usaha industri atau eksportir di bidang perhutanan, perkebunan, pertanian dan perikanan dari pedagang pengumpul;
  5. Pemungutan PPh atas penjualan atas barang yang tergolong mewah. WP dapat ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 atau dapat juga sekaligus sebagai pihak yang dipungut PPh Pasal 22.

Pemotongan PPh Pasal 23

Pemotongan PPh Pasal 23 dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan sehubungan dengan pembayaran berupa dividen, bunga, royalti, sewa, dan jasa kepada WP badan dalam negeri, dan BUT.

WP badan ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 23, sedangkan WP orang pribadi tidak ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 23.

Demikian sebaliknya, apabila WP menerima penghasilan yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23 dan pemberi penghasilan (pemberi kerja) juga merupakan pemotong PPh Pasal 23, maka atas penghasilan yang diterima akan dipotong PPh Pasal 23 oleh si pihak pemotong tersebut.

Pemotongan PPh Pasal 26

Pemotongan PPh Pasal 26 Dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan sehubungan dengan pembayaran berupa dividen, bunga, royalti, hadiah dan penghasilan lainnya kepada subjek WP luar negeri.

WP baik orang pribadi maupun badan ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 26 atau sesuai dengan ketentuan Tax Treaty.

Pemotongan PPh Pasal 26 juga disebut pada PMK -168/2023

Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)

dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan sehubungan dengan pembayaran untuk objek tertentu seperti sewa tanah dan/atau bangunan, jasa konstruksi, pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dan lainnya.

Yang dimaksud final disini bahwa pajak yang dipotong, dipungut oleh pihak pemberi penghasilan atau dibayar sendiri oleh pihak penerima penghasilan, penghitungan pajaknya sudah selesai dan tidak dapat dikreditkan lagi dalam penghitungan PPh pada SPT Tahunan.

WP badan ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 4 ayat (2), sedangkan WP orang pribadi tidak ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 4 ayat (2).

Demikian sebaliknya, apabila WP menerima penghasilan yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) dan pemberi penghasilan (pemberi kerja) juga merupakan pemotong PPh Pasal 4 ayat (2), maka atas penghasilan yang diterima akan dipotong PPh Pasal 4 ayat (2) oleh si pihak pemotong tersebut.

Namun, apabila WP menerima penghasilan yang merupakan objek PPh Pasal 4 ayat (2) dan pihak pemberi penghasilan adalah orang pribadi (bukan pemotong), maka WP tersebut wajib menyetor sendiri PPh Pasal 4 ayat (2) tersebut, misalnya dalam transaksi sewa atau penjualan properti tanah dan/atau bangunan.

Pemotongan PPh Pasal 15

adalah pemotongan pajak penghasilan yang dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan kepada WP tertentu yang menggunakan norma penghitungan khusus.

WP tertentu tersebut adalah perusahaan pelayaran atau penerbangan international, perusahaan asuransi luar negeri, perusahaan pengeboran minyak, gas dan panas bumi, perusahaan dagang asing, perusahaan yang melakukan investasi dalam bentuk bangun guna serah.

WP badan ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 15, sedangkan WP orang pribadi tidak ditunjuk untuk memotong PPh Pasal 15.

Demikian sebaliknya, apabila WP menerima penghasilan yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 15 dan pemberi penghasilan (pemberi kerja) juga merupakan pemotong PPh Pasal 15, maka atas penghasilan yang diterima akan dipotong PPh Pasal 15 oleh pemotong.

Namun, apabila WP menerima penghasilan yang merupakan objek PPh Pasal 15 dan pihak pemberi penghasilan adalah orang pribadi (bukan pemotong), maka WP tersebut wajib menyetor sendiri PPh Pasal 15 tersebut.

Pemungutan PPN dan PPnBM

dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau pemungut yang ditunjuk (misalnya Bendahara Pemerintah) atas penyerahan barang dan/atau jasa kena pajak.

PKP yang ditunjuk untuk memungut PPN dan PPnBM adalah pengusaha yang memiliki peredaran bruto (omzet) melebih Rp4.800.000.000,00 setahun atau pengusaha yang memilih sendiri untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

WP baik orang pribadi maupun badan yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, wajib memungut PPN dan juga PPnBM (bila barangnya yang diserahkan tergolong mewah) dari pembeli atau pemakai jasanya.

https://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/artikel_pajak_0711.pdf

 

 

Previous Post

Cara Pengisian Formulir W 8BEN E (entity)

Next Post

Cara Menggunakan e Meterai di SSCASN BKN

Related Post

format excel ebupot pph 21
pph21

Download Formulir 1721 A1 Excel

Formulir 1721 A1 adalah dokumen penting yang digunakan untuk laporan bukti potong Pajak Penghasilan...

by Admin
02/01/2025 - Updated on 06/04/2025
pph21

Contoh Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap Masa Desember

Menghitung PPh Pasal 21 pegawai tetap untuk bulan Desember mengikuti langkah-langkah tertentu sesuai PMK...

by Admin
02/01/2025
format excel ebupot pph 21
eBupot PPh 21/26

PPh 21 Kelebihan Bayar, Begini Solusinya!

PPh 21 Kelebihan Bayar pada Masa Desember Sesuai PMK 168 Tahun 2023 Dengan diberlakukannya...

by Admin
28/12/2024 - Updated on 03/01/2025
eBupot PPh 21/26

Rumus Excel Menghitung PPh 21 Masa Desember – Terakhir

Perhitungan PPh 21 seringkali menjadi tugas yang kompleks, terutama bagi perusahaan yang memiliki banyak...

by Admin
18/12/2024 - Updated on 31/12/2024
pph21

Cara Input Bukti Potong PPh Pasal 21 Uang Pesangon

Uang pesangon merupakan objek PPh Pasal 21. Berdasarkan PP 68 Tahun 2009 Uang Pesanganon...

by Wahyuddin Rosi
29/06/2024
pph21

Pembayaran PPh 21 Paling Lambat Kapan?

Batas penyetoran PPh Pasal 21 - Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pemotongan pajak penghasilan...

by Wahyuddin Rosi
10/05/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Tentang Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy and Policy

© 2025 wahyuddinrosi.com - Powered by Wahyuddin Rosi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Seo
  • Aplikasi
  • Tips dan Trik
  • Login
  • Sign Up

© 2025 wahyuddinrosi.com - Powered by Wahyuddin Rosi.